Tentang Kami

Regenerasi ummat Islam sangat dibutuhkan sepanjang zaman. Sementara ditengah berkecamuknya arus peradaban yang cenderung destruktif, nilai moral dan mental yang merupakan eksistensi manusia semakin memudar bahkan nyaris hilang dari pribadi generasi muda islam yang sejatinya menjadi tumpuan harapan ummat kedepan.

Melihat fenomena ini, disertai rasa tanggungjawab terhadap eksistensi Risalah Rasul ini dan juga dengan mengharap Ridha Allah SWT, berniat ingin menghadirkan sebuah lembaga pesantren yang representative yang mampu menjawab berbagai macam arus globalisasi yang semakin tidak terkendali ini. Oleh karena itu, kita membangun pesantren yang sifatnya terpadu tidak hanya mampu mengajarkan ilmu agama dan urusan keakhiratan semata, akan tetapi juga mengajar dan mendidik generasi Islam yang berkaitan dengan peradaban saat ini yang sifatnya aplikatif.

Pasca bencana gempa dan tsunami Aceh tahun 2004, atas prakarsa beberapa orang (yang sekaligus menjadi pengurus Yayasan) terbangunlah sebuah pesanren yaitu “Pesantren Terpadu Ibnu Sina” yang bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Ibnu Sina. Pada tahun pengajaran 2005/2006 tepatnya pada anggal 12 Juli 2005 mulai menerima dan menampung santri-santri dari berbagai daerah terutama anak-anak yatim/piatu yang orangtuanya terkena dampak gempa dan tsunami Aceh tahun 2004.

Pada tahun pertama, Pesantren Terpadu Ibnu SIna menampung anak-anak korban tsunami dan anak-anak kurang mampu sebanyak 60 orang dan semuanya tidak dipungut biaya kecuali beberapa orang saja yang orangtuanya masih ada dan mampu untuk membayar uang makan saja. Pesantren Terpadu Ibnu Sina pernah bekerjasama dengan Yayasan Syekh Ied Qatar dalam hal membangun gedung dan ruang belajar. Selain itu juga pernah mendapat dukungan BRR dan Pemerintah yang semua itu bantuan yang sifatnya hibah. Hingga terwujudlah Pesantren Terpadu Ibnu Sina seperti sekarang ini, dengan berbagai kekurangan dan kelemahan pengurusnya-pengurusnya sambil berdo’a kepada Allah dan istiqamah, Pesantren Terpadu Ibnu Sina masih bisa eksis dan telah banyak alumni-alumninya yang sudah berhasil terutama sebagai da’i-da’i muda di Aceh Barat Daya.

Tahun 2021 adalah awal dari sejarah baru bagi Pesantren Terpadu Ibnu Sina. Dengan dukungan penuh dari Global Ehsan Relief Worlwide yang berpusat di Singapura, pesantren terpadu Ibnu Sina yang kini berubah nama menjadi Mahad Terpadu Ibnu Sina Global Ehsan Relief (MT.ISGER), dengan mottonya Ilmu, Adab, Amal, Taqwa bertekad untuk melanjutkan amanah dari para pendirinya yaitu untuk membentuk cendekia muda muslim yang taat, beraklhak mulia dan mampu berkontribusi serta bersaing di dunia modern.

Mahad Terpadu Ibnu Sina Global Ehsan Relief (MT.ISGER), membekali santrinya secara modern (efektif, efisien, sistematis, dinamis dan inovatif). Dengan ilmu agama mereka bisa berdakwah, dengan ilmu pengetahuan mereka bisa berinovasi. Dengan bahasa Arab dan Inggris mereka bisa berkomunikasi, dengan teknologi mereka bisa berkarya. Tentunya harapan dan cita-cita mulia diatas akan terwujud bila kerjasama Para Pengurus, ustadz – ustadzah dan masyarakat saling mendukung dengan niat satu tujuan untuk mencari Ridha Allah SWT.

The regeneration of the Islamic ummah is needed throughout the ages. Meanwhile, in the midst of the raging flow of civilization that tends to be destructive, the moral and mental values that constitute human existence are increasingly fading and even almost disappearing from the personality of the younger generation of Islam, which is actually the foundation of the hopes of the ummah in the future.

Seeing this phenomenon, accompanied by a sense of responsibility for the existence of this Rasulullah’s Risalah and also by expecting Ridha Allah SWT, intends to present a representative Islamic boarding school that is able to answer various kinds of globalization currents that are increasingly out of control. Therefore, we build an integrated Islamic boarding school that is not only able to teach religious knowledge and matters of endurance, but also teach and educate the Islamic generation related to current civilization which is applicable.

After the earthquake and tsunami disaster in Aceh in 2004, on the initiative of several people (who are also the board of the Foundation) a message was built, namely “Ibnu Sina Integrated Islamic Boarding School” which is under the auspices of the Ibnu Sina Education Foundation. In the 2005/2006 academic year, to be exact, on July 12, 2005, it began to receive and accommodate students from various regions, especially orphans whose parents were affected by the 2004 Aceh earthquake and tsunami.

In the first year, Ibnu SIna’s Integrated Islamic Boarding School accommodated 60 children who were victims of the tsunami and underprivileged children and all of them were free of charge except for a few people whose parents were still there and could afford to pay for food only. Ibnu Sina Integrated Islamic Boarding School once collaborated with the Qatar Sheikh Ied Foundation in terms of building buildings and study rooms. Apart from that, he also received support from BRR and the Government, all of which was a grant. Until Ibn Sina’s Integrated Islamic Boarding School was realized as it is today, with various shortcomings and weaknesses of its administrators while praying to Allah and istiqamah, Ibn Sina’s Integrated Islamic Boarding School can still exist and many alumni have succeeded, especially as preachers. ‘i was young in Aceh Barat Daya.

The year 2021 is the beginning of a new history for Ibnu Sina’s Integrated Islamic Boarding School. With the full support of Global Ehsan Relief Worldwide, based in Singapore, Ibnu Sina’s integrated Islamic boarding school which has now changed its name to Mahad Terpadu Ibnu Sina Global Ehsan Relief (MT.ISGER), with the motto of Science, Adab, Amal, Taqwa is determined to continue the mandate of the its founders are to form young Muslim scholars who are obedient, have noble morals and are able to contribute and compete in the modern world.

Mahad Terpadu Ibnu Sina Global Ehsan Relief (MT.ISGER), equips his students in a modern way (effective, efficient, systematic, dynamic and innovative). With religious knowledge they can preach, with knowledge they can innovate. With Arabic and English they can communicate, with technology they can work. Of course, the hopes and noble ideals above will be realized if the cooperation of the Management, ustadz – ustadzah and the community supports each other with the intention of one goal to seek Ridha Allah SWT.